>Ironi dari Qatar


>

Liputan6.com, Doha: Ironis dan sangat mengejutkan. Itulah kesan menyimak pernyataan Direktur Kompetisi AFC, Tokuaki Suzuki, menanggapi pergelaran putaran final Piala Asia 2011 yang sedang berlangsung di Qatar. Kami merasa puas dengan penonton di stadion, tidak hanya jumlah melainkan atmosfer yang dibangun. Tentu saja, kami harus memperbaiki diri. Alangkah baiknya jika stadion penuh sesak setiap pertandingan digelar, ujar Suzuki.

Mengejutkan Ya iya. Pasalnya pernyataan Suzuki berbanding terbalik dengan realita yang ada. Dari catatan kami, hanya 267 ribu penonton yang hadir di lima stadion dalam 24 pertandingan yang digelar di babak penyisihan grup. Artinya, rata-rata setiap partai hanya disaksikan 11 ribu penonton. Bahkan, dalam 13 pertandingan kurang dari 10 ribu tempat duduk yang terisi!

Tidak aneh jika pertandingan di Grup A yang mengikutsertakan tuan rumah Qatar menyedot jumlah penonton yang lebih banyak. Partai perdana antara Annabi, julukan Qatar, dan Uzbekistan yang digelar di Khalifa International Stadium, Doha, 7 Januari lalu, ditonton 37.143 orang, jumlah tertinggi dari 24 partai! Jumlah itu pun belum mencapai kapasitas maksimal stadion yang berjumlah 50 ribu tempat duduk.
Namun, cobalah tengok laga big-match antara Arab Saudi dan Jepang yang berlangsung di Ahmed bin Ali Stadium, Al-Rayyan, 17 Januari lalu. Partai tersebut hanya disaksikan dua ribu penonton! Boleh jadi, kepastian The Green Falcons yang telah tersingkir membuat publik enggan untuk datang ke stadion. Akan tetapi, jumlah dua ribu kursi yang terisi dibanding kapasitas stadion yang mencapai 25 ribu atau 8 persen pantas jadi pertanyaan besar!
Bukan hal yang mengejutkan pula, dilihat dari statistik, pertandingan yang melibatkan tim-tim non-Arab kurang menyita perhatian. Namun, publik tentunya bertanya-tanya, partai gengsi antara Arab Saudi versus Suriah yang notabene negara serumpun hanya disaksikan 15 ribu penonton. Karena itulah, banyak pihak yang mulai menyangsikan kemampuan Qatar—berpenduduk sekitar 1,7 juta jiwa, hampir sama dengan jumlah populasi Kota Depok—menggelar turnamen paling bergengsi di kolong langit, Piala Dunia 2022.

About lassun

The first child of three brothers who try to exist in the blogging world, to be able to search for identity

Posted on 21 January 2011, in Sport. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: