>Ibu, aku ingin pulang!


>


Kenapa getar lantai peron krn  Tapak2 kaki berlarian tak terasa?
Aku terlena akan pijatan tangan2mu dikakiku ketika engkau mencoba membangunkan aku dari lelapku
“Ayo bangun, bukankah harus kau kejar bus paling pagi ?”
Aku ingin pulang…
Ah,Seandainya aku Antareja,akan kujejak tanah dan kujelajahi dasar bumi dan muncul diujung telapak kamimu
Tuk mencium jari2 keriputmu itu

Kenapa gerah peron penuh orang yg membunuh waktu tak menggangguku?
Aku terbengong terpesona dengan sambutan bakumu setiap aku pulang -tak peduli sedini apapun-
“Ayo minum tehmu senyampang hangat biar hilang gerah perjalananmu.”
Dan rasa teh-cap bandulan- itu senikmat air susumu yg kusesap waktu aku bayi
Aku ingin Pulang…
Ah, Seandainya aku Gatotkaca akan melesat tinggi di angkasa dan mendarat dihadapanmu
Tuk meminta ijin membuatkan segelas teh hangat bagimu

Kenapa Bau peluh tajam di dalam gerbong tak tercium?
Aku masih fly terlolong-long dalam hati membaca pesanmu
“Ibu mau Jum’at legian di Pohsarang, mau menitip doa apa?”
Betapa tak berbudinya aku krn tak bisa kuingat kapan terakhir kali aku mendoakanmu
(Kemudian kusibuk menyeka airmata dan berjuang untuk membendungnya)

Ki sav
Di BogExp 19.25
Powered by Telkomsel BlackBerry®






About lassun

The first child of three brothers who try to exist in the blogging world, to be able to search for identity

Posted on 7 March 2011, in Tak terkategori. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: